13 PEMAIN TERBURUK BARCELONA SEPANJANG MASA

football-452569_640Barcelona telah menjelma menjadi salah satu klub terbesar dalam sejarah olahraga sepakbola. Secara luas Barca dianggap sebagai tim sepakbola terbaik di planet Bumi dan memiliki sejarah yang panjang serta terkenal. Sejauh ini, mereka telah mengoleksi 23 gelar La Liga, 27 Copa del Rey, 5 Liga Champion dan 4 European Cup Winners’ Cup. Fakta lainnya juga berbicara, pemain Barca telah memenangkan lebih dari 10 penghargaan Ballon d’Or dan lebih dari 7 penghargaan FIFA World Player of the Year Awards dibandingkan pemain dari tim lain.

Klub ini sering diisi dengan beberapa pemain terbaik dalam sejarah sepakbola seperti Lionel Messi, Johan Cruyff, Ronaldinho, Xavi, Iniesta, Laszlo Kubala dan Diego Maradona. Raksasa Catalan ini tidak pernah terdegradasi dan hanya pernah sekali seumur hidupnya menempati urutan 10 pada klasemen La Liga. Semua peforma terbaik Barca tidak pernah lepas dari kualitas dan kuantitas pemain mereka.

Namun walaupun Barca terbilang sering melahirkan pemain bintang diatas lapangan, nyatanya ia adalah klub yang tak pernah luput dari kesalahan seperti melahirkan ataupun mendatangkan beberapa pemain terburuk sepanjang masa untuk menjadi bagian didalam timnya. Anda penasaran? Baiklah, berikut ini adalah 13 pemain terburuk Barca sepanjang masa diantaranya adalah:

  • Maxi Lopez


Maxi Lopez adalah pemain yang sangat dibanggakan River Plate dan sering mewakili Argentina di ajang pertandingan U-17 dan U-20. Ia selalu menunjukkan peforma terbaik dan kerap mencetak gol. Pada tahun 2005, pria berusia 21 tahun ini bergabung dengan Barca dengan biaya transfer senilai US$ 8 juta namun sayangnya, ia tidak bisa bersinar bagaikan Lionel Messi dan Maradona. Selama 2 musim ia bermain 19 pertandingan dan mencetak 2 gol sebelum hengkang ke FC Moskow. Saat ini ia telah berusia 31 tahun dan membela klub Torino, Italia.

  • Winston Bogarde

winston-bogarde
Seorang pemain yang paling sering dicemooh disepanjang karirnya selama berseragam Chelsea. Perlakuan tersebut pun diterimanya kala membela raksasa Catalan. Awalnya, bek ini sukses besar di Ajax namun meredup kala membela AC Milan lalu ia mencoba ‘tuk mengadu nasib ke Camp Nou dibawah asuhan Louis van Gaal. Sayang seribu sayang, Bogarde gagal untuk tampil mengesankan, ia hanya bermain sekali selama musim pertamanya dan musim kedua hanya tampil sebanyak 21 kali sebelum pindah ke tim The Blues Chelsea pada tahun 2000.

  • Patrik Andersson


Kala membela timnas Swedia, ia jelas merupakan pesepakbola yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Ia pernah membawa Bayern Munchen memenangkan Bundesliga, Liga Champion dan UEFA Team of the Year pada tahun 2001. Namun di saat umurnya memasuki 30 tahun dan bergabung ke Catalan, tubuhnya tidak setangguh dulu. Ia bahkan tidak bisa menyesuaikan permainan Barca dan didekap sejumlah cedera, karirnya terbilang sengsara di La Liga. 3 tahun berseragam Barca, ia hanya tampil di 19 pertandingan dan mencetak 1 gol sebelum kembali ke negara asalnya Swedia untuk menghabiskan musim terakhirnya.

  • Dmytro Chygrynskiy

Dmytro Chygrynskiy
Setelah berhasil membawa klubnya Shakhtar Donetsk untuk meraih 2 gelar Liga dan Eropa pada tahun 2008/09, sosok Chygrynskiy menarik perhatian sejumlah klub kaya di Eropa terutama Barca yang mengidamkan dirinya untuk mengisi skuat inti. Ia adalah bek kuat dan juga tinggi yang dianugerahi keterampilan baik, wajar saja jikalau pria Ukraina ini amat diandalkan di lini pertahanan. Namun saat merumput bersama Barca, ia justru tampil sebaliknya dan sangat jauh dari harapan. Akhirnya pria yang kini berusia 29 tahun ini ditebus Shakhtar kembali senilai US$ 12 juta.

  • Alfonso Perez

resizer
Jika pekerjaan utama seorang striker adalah mencetak gol maka apa yang dialami Perez di Barca adalah sebaliknya. Ia hanya mengoleksi sepasang gol selama 21 laga. Lulusan akademi Real Madrid ini ditakdirkan untuk gagal bersinar di Barca dan pada tahun 2002, ia hijrah ke Real Betis dimana dirinya berhasil menggemas 10 gol dalam 45 laga sebelum pensiun pada tahun 2005. Sejauh ini ia memenangkan 38 caps dan mencetak 11 gol untuk timnas Spanyol.

  • Santiago Ezquerro


Nasibnya terbilang sama dengan rekannya Alfonso Perez. Ia bergabung dengan Barca pada tahun 2005 disaat menginjak usianya ke-28. Sebagai seorang striker berpengalaman yang baru saja mengakhiri masa tugasnya selama 7 tahun di Athletic Bilbao seharusnya ia tidak gugup lagi dengan suasana La Liga. Nyatanya ia tidak pernah mencetak gol produktif untuk Barca dan selama 3 tahun berseragam, ia hanya membukukan 3 gol dalam 24 laga. Ia lalu dibuang ke Osasuna dan melakoni 10 laga sebelum memutuskan untuk gantung sepatu.

  • Oscar Lopez

Fans Barca menaruh harapan besar bagi salah satu jebolan asli akademi La Masia yaitu Oscar Lopez. Namun sayang, harapan itu harus sirna karena Lopez sering didekap cedera dan penampilannya sebagai seorang bek harus gagal bersinar di Barca. Ia lalu hijrah ke salah satu klub Belanda namun tetap saja tidak bisa menemukan peforma terbaiknya dan pensiun dini pada tahun 2012 diusianya ke-32 tahun.

  • Gerard Lopez


Nasibnya sama seperti Oscar Lopez, sama-sama gagal saat merumput bersama Barca. Lulusan akademi La Masia ini dilepas ke Valencia pada tahun 1997 dan setelah 3 tahun menimba pengalaman disana, ia didatangkan kembali ke Camp Nou seharga US$ 30 juta. Sungguh sebuah langkah yang sangat mahal harganya namun tidak efektif, selama 5 tahun berseragam Barca ia hanya bermain 91 pertandingan saja.

  • Jeffren Suarez


Pemain Venezuela yang hijrah ke Spanyol saat berusia 15 tahun ini sukses besar kala membela tim Barcelona B. Hal itulah yang membuat Pep Guardiola menariknya masuk kedalam skuat inti senior Barca. Namun faktanya selama 3 tahun, Jeffren hanya bermain selama 22 laga dan menggemas 3 gol saja. Ia lalu dilepas ke Sporting Lisbon, Portugal pada tahun 2014 dan sekarang membela klub Divisi II Belgia, Eupen.

  • Philippe Christanval


Diatas kertas, Christanval mempunyai karir yang cukup mengesankan. Ia pernah merasakan kerasnya sepakbola Perancis, Spanyol dan Inggris serta dipercaya untuk masuk ke dalam skuat inti Perancis di ajang Piala Dunia. Christanval memulai karir yang mengesankan bersama Monaco, lalu pindah ke Barca. Saat di Camp Nou, ia terus menerus didekap cedera berkepanjangan. Ia hanya tampil sebanyak 31 kali dan dikirim ke Marseille sebelum memutuskan untuk pensiun pada tahun 2008.

  • Fabio Rochemback


Fabio Rochemback adalah pemain Barcelona yang sangat dihormati. Sayangnya ia tidak bisa membalas penghormatan tersebut dengan penampilannya diatas lapangan. Rochemback hanya mencetak 4 gol untuk Barcelona, diantaranya 3 di La Liga dan 1 di Liga Champion. Pada tahun 2003, Barca meminjamkan Rochemback ke Sporting Clube dan menjadi pahlawan disana. Terakhir, ia bergabung dengan klub Middlesborough pada tahun 2005.

  • Richard Dutruel


Kiper Barca yang bernama Richard Dutruel memiliki karir yang biasa-biasa saja. Ia berasal dari lulusan akademi PSG, lalu hijrah ke Celta Vigo sebelum akhirnya merumput bersama Barca. Ia sering dibangkucadangkan oleh pelatih dan hanya mengoleksi penampilannya sebanyak 15 kali selama 2 tahun. Tak lama kemudian, ia pindah ke Alaves.

Satu-satunya pemain Nigeria yang bermain untuk Barca. Saat umurnya yang masih 19 tahun, ia berhasil membawa Barca memenangkan trophi La Liga. Selama 3 tahun di Camp Nou, ia tidak mampu bermain bagus untuk Barca dan hanya melakoni 14 laga disepanjang karirnya. Semua karir sepakbolanya berujung pada kegagalan, ia pernah bermain di klub sepakbola Yunani dan Rumania namun kembali lagi ke asalnya, Nigeria.